Promosi Doktor Dwi Rahmalina

Diunggah oleh Humas FT / rga (2012-07-05)


Material untuk aplikasi peralatan militer (armor) didesain untuk dapat menahan penetrasi peluru dan jenis proyektil balistik lain, dimana dalam kondisi ini diperlukan sifat kekerasan yang tinggi serta ketangguhan yang baik terhadap beban impak balistik. Berbagai penelitian telah dilakukan untuk memperoleh material armor yang mempunyai karakteristik balistik yang baik dan berat jenis yang ringan. Saat ini, paduan aluminium berkekuatan tinggi telah digunakan sebagai pelat material armor karena tidak hanya mempunyai ketahanan terhadap impak balistik yang baik tetapi juga mempunyai berat jenis yang rendah. Berdasarkan hal tersebut, maka pada penelitian ini dilakukan pengembangan komposit matriks aluminium yang dapat diaplikasikan sebagai material armor yang diproduksi secara mandiri di dalam negeri.

Dr. Dwi Rahmalina mempertahankan disertasinya yang berjudul “Pengembangan Komposit Matriks Aluminium Sebagai Material Armor dengan Keunggulan Kinerja Balistik”. Sidang promosi diselenggarakan pada 4 Juli 2012 bertempat di Ruang Chevron, Gedung Dekanat FT UI. Bertidak sebagai Ketua Sidang, Prof. Bambang Suharno; Promotor, Prof. Bondan T. Sofyan; Ko-Promotor, Prof. Eddy Siradj dan Prof. Bambang Suharno. Panitia Penguji terdiri dari Prof. Anne Zulfia, Prof. Jamasri serta Dr. Eng. Hery Mochtadi.

Penelitian ini bertujuan mengembangkan komposit matriks aluminium untuk dipakai sebagai alternatif pelat material armor yang mempunyai kemampuan menahan beban impak balistik ripe III (peluru kaliber 7.62 mm). Pengembangan dilakukan dengan dua jenis teknik manufaktur, yaitu (i) teknik laminasi dan (ii) proses squeeze casting. Teknik laminasi dikembangkan pada pelat Al 5083 dan Al 6061 berpenguat kawat tali baja, dimana kawat baja yang yang berasal dari pilinan wire rope berjenis baja karbon tinggi dilaminasi menggunakan adhesif polyurethane dengan tekanan konstan. Sedangkan proses squeeze casting dikembangkan pada dua jenis paduan dasar, yaitu (i) Al-Si dengan variasi penambahan unsur Mg, Cu dan Zn; dan (ii) Al-Zn dengan variasi kandungan Zn dan Mg. Proses squeeze casting dilakukan dengan pemberian tekanan 1 MPa dan 764 MPa didalam cetakan logam.

Untuk peningkatan karakteristik balistik selanjutnya komposit dilakukan proses pengerolan proses pengerasan pengendapan dan pengerasan permukaan. Karakterisasi komposit dilakukan dengan pengujian komposisi kimia, pengamatan struktur mikro dan makro dengan mikroskop optik dan mikroskop elektron, pengujian sifat mekanis serta pengujian balistik yang diarnati sesuai pengujian standar NU.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik pelat komposit cor dan laminat mempunyai ketahanan balistik yang baik pada pengujian ripe I dengan peluru berkaliber 0.38 sp dan ripe II dengan peluru berkaliber 9 mm, walaupun terdapat retak di bagian belakang pelat. Panel yang disusun dari komposit matriks Al5Zn6Mg berpenguat 20 % fraksi volume sillikon karbida dengan proses pengerasan pengendapan dan pengerasan permukaan berhasil mempunyai kinerja balistik yang baik untuk uji balistik tipe III dengan peluru berkaliber 7.62 mm dengan penurunan berat yang signifikan. (Humas FT)


Back to Top
Back to Home